| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jan | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
Jurnalistik Part3
Menuju Dunia yang Lebih Baik – Idealisme yang membentuk Jurnalis Publik yang baik.
Minggu, 08-07-2007 10:17:17 oleh: Retty N. Hakim
Kanal: Opini
Tahun ini forum ‘OhmyNews International Citizen Reporters’ diselenggarakan di ‘Korea Press Center’ pada tanggal 27-29 Juni. Setelah sambutan pembukaan oleh Oh Yeon-ho, CEO dan pendiri dari OhmyNews, para peserta mendapat kehormatan untuk mendengarkan pesan dari presiden Korea Selatan, Mr. Roh Moo-hyun. Hal ini menunjukkan perhatiannya terhadap perkembangan jurnalistik interaktif.
Forum ini memberi kesempatan untuk para Jurnalis Publik (netizen) Internasional dan teman-teman netizen Korea untuk membagi pengalaman dan belajar satu sama lain. Artikel ini merupakan oleh-oleh dari forum tersebut dari sudut pandang dan tambahan opini dari saya.
Menjadi netizen internasional merupakan pengalaman yang sangat berkesan. Ketika artikel saya di publikasikan di OhmyNews, saya mendapat e-mail dari para pembaca yang meminta ijin untuk menggunakan atau me-link artikel saya ke blog-blog mereka. Ada juga yang bertanya bagaimana cara menulis untuk OhmyNews.
Dikemudian hari, saya menemukan bahwa banyak blog yang membuat link dengan artikel saya. Suara saya yang tertulis melalui opini, ide ataupun inspirasi di dengar oleh warga dunia secara global. Hal ini belum saya dapatkan dari Wikimu.com, situs jurnalistik publik yang saya ikuti di Indonesia.
Lebih mengejutkan lagi adalah interaksi dengan seorang jurnalis profesional dari ‘Jakarta Shimbun’, koran berbahasa Jepang yang terbit di Indonesia. Saya bertemu dengan dia sewaktu pembukaan sisi gedung baru dari Museum Nasional di Jakarta. Ketika dia tahu bahwa saya menulis untuk OhmyNews, dia tertarik dan mengatakan bahwa dia membaca OhmyNews Jepang. Dia sempat menyebutkan artikel dengan topik Kerusuhan Mei. Wow, itu artikel saya! Saya sendiri tidak mengetahui bahwa tulisan saya diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Saya bahkan tidak mengetahui keberadaaan OhmyNews Jepang.
Forum ini sendiri memberi saya pencerahan mengenai keberadaan jurnalistik publik dari seluruh dunia. Selain itu forum juga memberi pandangan bagaimana situs-situs lain mengontrol editorial dan manajemennya. Saya juga belajar dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh netizens dari OhmyNews Korea dan Jepang untuk menjembatani beban sejarah di antara mereka.
Kami para netizen bergabung untuk mencari kedamaian dunia secara global, membangun saling pengertian antar bangsa. Seperti dikatakan oleh Oh, pendiri OhmyNews, mimpinya (yang dia tularkan pada kami kami jurnalis publik OhmyNews) adalah membuat dunia menjadi lebih baik untuk kehidupan manusia.
Sebagai warga yang mencari kedamaian dan kebahagian, kita dapat disatukan dengan cara membina persahabatan yang mendunia dan bersama-sama berjuang untuk mencapai dunia yang lebih baik dan lebih damai.
Status Reporter Jurnalisme Publik
Di dalam forum kami berdiskusi mengenai jurnalisme interaktif, masa depan citizen journalism 2.0, dan mencari model bisnis yang paling sesuai untuk mempertahankan kelangsungan hidup portal jurnalisme publik.
Perhatian utama saya adalah pada status dari jurnalis publik. Hal ini tercetus sewaktu Han Na-young membagikan pengalamannya meliput pembunuhan massal di Virginia Tech, Amerika. Pada saat akan memasuki areal parkir ternyata kampus sudah ditutup untuk umum, parkir yang tersedia hanya untuk reporter. Han Na-Young ragu-ragu akan statusnya, sampai kedua anaknya meyakinkan dia bahwa dia sedang bertugas sebagai reporter resmi OhmyNews jadi dia berhak untuk parkir di tempat parkir reporter.
Sebagai netizens yang bukan jurnalis professional, kami terkadang ragu untuk menghadapi prosedur resmi dan petugas berwenang.
Dari pengalaman saya, surat yang tidak bertandatangan dari OhmyNews dan digunakan sebagai idenditas pengantar tidak selalu dapat dipergunakan.
Hal ini juga terasa sewaktu saya mengurus visa untuk ke Korea. Saya mendapat surat jaminan pembiayaan dari Direktur Komunikasi OhmyNews, Jean K. Min. Tapi, petugas kedutaan Korea tampaknya bingung dengan status saya yang ibu rumah tangga. Jadi saya harus meminta visa turis dengan disertai cetakan data tiga bulan terakhir dari bank saya dan bank suami serta surat pengantar dari suami bahwa dia mengetahui kepergian saya. Wah, rasanya seperti mau jadi TKI illegal saja.
Saya menyadari bahwa ‘status’ itu penting untuk menghadiri suatu pertemuan penting atau untuk mewawancarai orang. Saya sendiri sudah mencoba menggunakan status sebagai jurnalis lepas dari wikimu.com untuk mendapatkan undangan seminar tentang air. Tetapi mungkin saya tidak bisa mendapatkan undangan pembukan gedung baru dari Museum Nasional kalau saya bukan volunteer guide dari Indonesian Heritage Society.
Rasanya akan sulit bagi saya untuk membuat liputan langsung seperti Han Na-young, tetapi dia telah membuktikan dengan bantuan dari OMNI bahwa hal itu dapat terlaksana. Di masa mendatang saya akan lebih percaya diri.
Berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda, para jurnalis publik ini memberi warna lain terhadap portal jurnalistik publik. Kami mempunyai cara pandang yang berbeda-beda. Kami punya ketertarikan pada topic berbeda dengan cara penyajian yang berbeda-beda. Walaupun demikian kami mempunyai satu hal yang sama. Kami memiliki semangat relawan yang ingin menjadikan dunia ini lebih baik.
Jurnalistik Publik dan Media Konvensional
Berdasarkan semangat untuk membangun dunia yang lebih baik inilah kami bisa bersatu untuk membantu media konvensional menyajikan berita yang berdasarkan kebenaran, keadilan, dengan sudut pandang yang lebih objektif.
Portal Jurnalistik Publik ini dapat dijadikan wacana pencarian berita oleh media konvensional untuk membahas sebuah topik yang bahasannya menarik perhatian masyarakat tapi mungkin terabaikan oleh media massa konvensional. Ada juga peserta Forum yang menggambarkan bagaimana para senior editor mencari bibit-bibit jurnalis dari portal Jurnalistik Publik ini.
Sebuah artikel baru dari Jan Yoon-sun membahas reporter Amin George Forji yang merindukan sisi pandang lain dalam pembahasan mengenai benua Afrika. Media asing menurut Amin cenderung hanya berfokus pada perang serta kemiskinan di Afrika. Mereka jarang membahas mengenai kemajuan dan perkembangan ekonomi. Jadi ada topik yang kurang dibahas dalam media konvensional, sementara topik yang dibahas secara mendalam mungkin bisa menimbulkan ketidak-seimbangan dalam pembentukan opini publik.
Saya percaya bahwa netizen melalui portal jurnalistik publik dapat membantu menyeimbangkan opini publik. Dengan bekerja dengan berlandaskan keinginan untuk menciptakan dunia yang lebih baik, baik di dalam negeri maupun di dalam dunia secara global maka kita akan belajar melaksanakan demokrasi dan lebih menghargai HAM.
OMNI 2007 Forum Video Online
Sumber foto forum bersama-sama: Amin George, foto lain : Retty
Artikel ini diterjemahkan (dengan bantuan editor Wikimu.com) dari artikel saya untuk OhmyNews International. Ada sedikit penambahan bagi pembaca wikimu.com
Menuju Dunia yang Lebih Baik – Idealisme yang membentuk Jurnalis Publik yang baik.
Minggu, 08-07-2007 10:17:17 oleh: Retty N. Hakim
Kanal: Opini
Tahun ini forum ‘OhmyNews International Citizen Reporters’ diselenggarakan di ‘Korea Press Center’ pada tanggal 27-29 Juni. Setelah sambutan pembukaan oleh Oh Yeon-ho, CEO dan pendiri dari OhmyNews, para peserta mendapat kehormatan untuk mendengarkan pesan dari presiden Korea Selatan, Mr. Roh Moo-hyun. Hal ini menunjukkan perhatiannya terhadap perkembangan jurnalistik interaktif.
Forum ini memberi kesempatan untuk para Jurnalis Publik (netizen) Internasional dan teman-teman netizen Korea untuk membagi pengalaman dan belajar satu sama lain. Artikel ini merupakan oleh-oleh dari forum tersebut dari sudut pandang dan tambahan opini dari saya.
Menjadi netizen internasional merupakan pengalaman yang sangat berkesan. Ketika artikel saya di publikasikan di OhmyNews, saya mendapat e-mail dari para pembaca yang meminta ijin untuk menggunakan atau me-link artikel saya ke blog-blog mereka. Ada juga yang bertanya bagaimana cara menulis untuk OhmyNews.
Dikemudian hari, saya menemukan bahwa banyak blog yang membuat link dengan artikel saya. Suara saya yang tertulis melalui opini, ide ataupun inspirasi di dengar oleh warga dunia secara global. Hal ini belum saya dapatkan dari Wikimu.com, situs jurnalistik publik yang saya ikuti di Indonesia.
Lebih mengejutkan lagi adalah interaksi dengan seorang jurnalis profesional dari ‘Jakarta Shimbun’, koran berbahasa Jepang yang terbit di Indonesia. Saya bertemu dengan dia sewaktu pembukaan sisi gedung baru dari Museum Nasional di Jakarta. Ketika dia tahu bahwa saya menulis untuk OhmyNews, dia tertarik dan mengatakan bahwa dia membaca OhmyNews Jepang. Dia sempat menyebutkan artikel dengan topik Kerusuhan Mei. Wow, itu artikel saya! Saya sendiri tidak mengetahui bahwa tulisan saya diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Saya bahkan tidak mengetahui keberadaaan OhmyNews Jepang.
Forum ini sendiri memberi saya pencerahan mengenai keberadaan jurnalistik publik dari seluruh dunia. Selain itu forum juga memberi pandangan bagaimana situs-situs lain mengontrol editorial dan manajemennya. Saya juga belajar dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh netizens dari OhmyNews Korea dan Jepang untuk menjembatani beban sejarah di antara mereka.
Kami para netizen bergabung untuk mencari kedamaian dunia secara global, membangun saling pengertian antar bangsa. Seperti dikatakan oleh Oh, pendiri OhmyNews, mimpinya (yang dia tularkan pada kami kami jurnalis publik OhmyNews) adalah membuat dunia menjadi lebih baik untuk kehidupan manusia.
Sebagai warga yang mencari kedamaian dan kebahagian, kita dapat disatukan dengan cara membina persahabatan yang mendunia dan bersama-sama berjuang untuk mencapai dunia yang lebih baik dan lebih damai.
Status Reporter Jurnalisme Publik
Di dalam forum kami berdiskusi mengenai jurnalisme interaktif, masa depan citizen journalism 2.0, dan mencari model bisnis yang paling sesuai untuk mempertahankan kelangsungan hidup portal jurnalisme publik.
Perhatian utama saya adalah pada status dari jurnalis publik. Hal ini tercetus sewaktu Han Na-young membagikan pengalamannya meliput pembunuhan massal di Virginia Tech, Amerika. Pada saat akan memasuki areal parkir ternyata kampus sudah ditutup untuk umum, parkir yang tersedia hanya untuk reporter. Han Na-Young ragu-ragu akan statusnya, sampai kedua anaknya meyakinkan dia bahwa dia sedang bertugas sebagai reporter resmi OhmyNews jadi dia berhak untuk parkir di tempat parkir reporter.
Sebagai netizens yang bukan jurnalis professional, kami terkadang ragu untuk menghadapi prosedur resmi dan petugas berwenang.
Dari pengalaman saya, surat yang tidak bertandatangan dari OhmyNews dan digunakan sebagai idenditas pengantar tidak selalu dapat dipergunakan.
Hal ini juga terasa sewaktu saya mengurus visa untuk ke Korea. Saya mendapat surat jaminan pembiayaan dari Direktur Komunikasi OhmyNews, Jean K. Min. Tapi, petugas kedutaan Korea tampaknya bingung dengan status saya yang ibu rumah tangga. Jadi saya harus meminta visa turis dengan disertai cetakan data tiga bulan terakhir dari bank saya dan bank suami serta surat pengantar dari suami bahwa dia mengetahui kepergian saya. Wah, rasanya seperti mau jadi TKI illegal saja.
Saya menyadari bahwa ‘status’ itu penting untuk menghadiri suatu pertemuan penting atau untuk mewawancarai orang. Saya sendiri sudah mencoba menggunakan status sebagai jurnalis lepas dari wikimu.com untuk mendapatkan undangan seminar tentang air. Tetapi mungkin saya tidak bisa mendapatkan undangan pembukan gedung baru dari Museum Nasional kalau saya bukan volunteer guide dari Indonesian Heritage Society.
Rasanya akan sulit bagi saya untuk membuat liputan langsung seperti Han Na-young, tetapi dia telah membuktikan dengan bantuan dari OMNI bahwa hal itu dapat terlaksana. Di masa mendatang saya akan lebih percaya diri.
Berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda, para jurnalis publik ini memberi warna lain terhadap portal jurnalistik publik. Kami mempunyai cara pandang yang berbeda-beda. Kami punya ketertarikan pada topic berbeda dengan cara penyajian yang berbeda-beda. Walaupun demikian kami mempunyai satu hal yang sama. Kami memiliki semangat relawan yang ingin menjadikan dunia ini lebih baik.
Jurnalistik Publik dan Media Konvensional
Berdasarkan semangat untuk membangun dunia yang lebih baik inilah kami bisa bersatu untuk membantu media konvensional menyajikan berita yang berdasarkan kebenaran, keadilan, dengan sudut pandang yang lebih objektif.
Portal Jurnalistik Publik ini dapat dijadikan wacana pencarian berita oleh media konvensional untuk membahas sebuah topik yang bahasannya menarik perhatian masyarakat tapi mungkin terabaikan oleh media massa konvensional. Ada juga peserta Forum yang menggambarkan bagaimana para senior editor mencari bibit-bibit jurnalis dari portal Jurnalistik Publik ini.
Sebuah artikel baru dari Jan Yoon-sun membahas reporter Amin George Forji yang merindukan sisi pandang lain dalam pembahasan mengenai benua Afrika. Media asing menurut Amin cenderung hanya berfokus pada perang serta kemiskinan di Afrika. Mereka jarang membahas mengenai kemajuan dan perkembangan ekonomi. Jadi ada topik yang kurang dibahas dalam media konvensional, sementara topik yang dibahas secara mendalam mungkin bisa menimbulkan ketidak-seimbangan dalam pembentukan opini publik.
Saya percaya bahwa netizen melalui portal jurnalistik publik dapat membantu menyeimbangkan opini publik. Dengan bekerja dengan berlandaskan keinginan untuk menciptakan dunia yang lebih baik, baik di dalam negeri maupun di dalam dunia secara global maka kita akan belajar melaksanakan demokrasi dan lebih menghargai HAM.
OMNI 2007 Forum Video Online
Sumber foto forum bersama-sama: Amin George, foto lain : Retty
Artikel ini diterjemahkan (dengan bantuan editor Wikimu.com) dari artikel saya untuk OhmyNews International. Ada sedikit penambahan bagi pembaca wikimu.co
Menuju Dunia yang Lebih Baik – Idealisme yang membentuk Jurnalis Publik yang baik.
Minggu, 08-07-2007 10:17:17 oleh: Retty N. Hakim
Kanal: Opini
Tahun ini forum ‘OhmyNews International Citizen Reporters’ diselenggarakan di ‘Korea Press Center’ pada tanggal 27-29 Juni. Setelah sambutan pembukaan oleh Oh Yeon-ho, CEO dan pendiri dari OhmyNews, para peserta mendapat kehormatan untuk mendengarkan pesan dari presiden Korea Selatan, Mr. Roh Moo-hyun. Hal ini menunjukkan perhatiannya terhadap perkembangan jurnalistik interaktif.
Forum ini memberi kesempatan untuk para Jurnalis Publik (netizen) Internasional dan teman-teman netizen Korea untuk membagi pengalaman dan belajar satu sama lain. Artikel ini merupakan oleh-oleh dari forum tersebut dari sudut pandang dan tambahan opini dari saya.
Menjadi netizen internasional merupakan pengalaman yang sangat berkesan. Ketika artikel saya di publikasikan di OhmyNews, saya mendapat e-mail dari para pembaca yang meminta ijin untuk menggunakan atau me-link artikel saya ke blog-blog mereka. Ada juga yang bertanya bagaimana cara menulis untuk OhmyNews.
Dikemudian hari, saya menemukan bahwa banyak blog yang membuat link dengan artikel saya. Suara saya yang tertulis melalui opini, ide ataupun inspirasi di dengar oleh warga dunia secara global. Hal ini belum saya dapatkan dari Wikimu.com, situs jurnalistik publik yang saya ikuti di Indonesia.
Lebih mengejutkan lagi adalah interaksi dengan seorang jurnalis profesional dari ‘Jakarta Shimbun’, koran berbahasa Jepang yang terbit di Indonesia. Saya bertemu dengan dia sewaktu pembukaan sisi gedung baru dari Museum Nasional di Jakarta. Ketika dia tahu bahwa saya menulis untuk OhmyNews, dia tertarik dan mengatakan bahwa dia membaca OhmyNews Jepang. Dia sempat menyebutkan artikel dengan topik Kerusuhan Mei. Wow, itu artikel saya! Saya sendiri tidak mengetahui bahwa tulisan saya diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Saya bahkan tidak mengetahui keberadaaan OhmyNews Jepang.
Forum ini sendiri memberi saya pencerahan mengenai keberadaan jurnalistik publik dari seluruh dunia. Selain itu forum juga memberi pandangan bagaimana situs-situs lain mengontrol editorial dan manajemennya. Saya juga belajar dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh netizens dari OhmyNews Korea dan Jepang untuk menjembatani beban sejarah di antara mereka.
Kami para netizen bergabung untuk mencari kedamaian dunia secara global, membangun saling pengertian antar bangsa. Seperti dikatakan oleh Oh, pendiri OhmyNews, mimpinya (yang dia tularkan pada kami kami jurnalis publik OhmyNews) adalah membuat dunia menjadi lebih baik untuk kehidupan manusia.
Sebagai warga yang mencari kedamaian dan kebahagian, kita dapat disatukan dengan cara membina persahabatan yang mendunia dan bersama-sama berjuang untuk mencapai dunia yang lebih baik dan lebih damai.
Status Reporter Jurnalisme Publik
Di dalam forum kami berdiskusi mengenai jurnalisme interaktif, masa depan citizen journalism 2.0, dan mencari model bisnis yang paling sesuai untuk mempertahankan kelangsungan hidup portal jurnalisme publik.
Perhatian utama saya adalah pada status dari jurnalis publik. Hal ini tercetus sewaktu Han Na-young membagikan pengalamannya meliput pembunuhan massal di Virginia Tech, Amerika. Pada saat akan memasuki areal parkir ternyata kampus sudah ditutup untuk umum, parkir yang tersedia hanya untuk reporter. Han Na-Young ragu-ragu akan statusnya, sampai kedua anaknya meyakinkan dia bahwa dia sedang bertugas sebagai reporter resmi OhmyNews jadi dia berhak untuk parkir di tempat parkir reporter.
Sebagai netizens yang bukan jurnalis professional, kami terkadang ragu untuk menghadapi prosedur resmi dan petugas berwenang.
Dari pengalaman saya, surat yang tidak bertandatangan dari OhmyNews dan digunakan sebagai idenditas pengantar tidak selalu dapat dipergunakan.
Hal ini juga terasa sewaktu saya mengurus visa untuk ke Korea. Saya mendapat surat jaminan pembiayaan dari Direktur Komunikasi OhmyNews, Jean K. Min. Tapi, petugas kedutaan Korea tampaknya bingung dengan status saya yang ibu rumah tangga. Jadi saya harus meminta visa turis dengan disertai cetakan data tiga bulan terakhir dari bank saya dan bank suami serta surat pengantar dari suami bahwa dia mengetahui kepergian saya. Wah, rasanya seperti mau jadi TKI illegal saja.
Saya menyadari bahwa ‘status’ itu penting untuk menghadiri suatu pertemuan penting atau untuk mewawancarai orang. Saya sendiri sudah mencoba menggunakan status sebagai jurnalis lepas dari wikimu.com untuk mendapatkan undangan seminar tentang air. Tetapi mungkin saya tidak bisa mendapatkan undangan pembukan gedung baru dari Museum Nasional kalau saya bukan volunteer guide dari Indonesian Heritage Society.
Rasanya akan sulit bagi saya untuk membuat liputan langsung seperti Han Na-young, tetapi dia telah membuktikan dengan bantuan dari OMNI bahwa hal itu dapat terlaksana. Di masa mendatang saya akan lebih percaya diri.
Berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda, para jurnalis publik ini memberi warna lain terhadap portal jurnalistik publik. Kami mempunyai cara pandang yang berbeda-beda. Kami punya ketertarikan pada topic berbeda dengan cara penyajian yang berbeda-beda. Walaupun demikian kami mempunyai satu hal yang sama. Kami memiliki semangat relawan yang ingin menjadikan dunia ini lebih baik.
Jurnalistik Publik dan Media Konvensional
Berdasarkan semangat untuk membangun dunia yang lebih baik inilah kami bisa bersatu untuk membantu media konvensional menyajikan berita yang berdasarkan kebenaran, keadilan, dengan sudut pandang yang lebih objektif.
Portal Jurnalistik Publik ini dapat dijadikan wacana pencarian berita oleh media konvensional untuk membahas sebuah topik yang bahasannya menarik perhatian masyarakat tapi mungkin terabaikan oleh media massa konvensional. Ada juga peserta Forum yang menggambarkan bagaimana para senior editor mencari bibit-bibit jurnalis dari portal Jurnalistik Publik ini.
Sebuah artikel baru dari Jan Yoon-sun membahas reporter Amin George Forji yang merindukan sisi pandang lain dalam pembahasan mengenai benua Afrika. Media asing menurut Amin cenderung hanya berfokus pada perang serta kemiskinan di Afrika. Mereka jarang membahas mengenai kemajuan dan perkembangan ekonomi. Jadi ada topik yang kurang dibahas dalam media konvensional, sementara topik yang dibahas secara mendalam mungkin bisa menimbulkan ketidak-seimbangan dalam pembentukan opini publik.
Saya percaya bahwa netizen melalui portal jurnalistik publik dapat membantu menyeimbangkan opini publik. Dengan bekerja dengan berlandaskan keinginan untuk menciptakan dunia yang lebih baik, baik di dalam negeri maupun di dalam dunia secara global maka kita akan belajar melaksanakan demokrasi dan lebih menghargai HAM.
OMNI 2007 Forum Video Online
Sumber foto forum bersama-sama: Amin George, foto lain : Retty
Artikel ini diterjemahkan (dengan bantuan editor Wikimu.com) dari artikel saya untuk OhmyNews International. Ada sedikit penambahan bagi pembaca wikimu.co
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?ID=2930, Google, 01/11/2007, 19.44